11.04.2014

10 Minuman Terbaik untuk Kesehatan Jantung

Secara umum, faktor genetik dapat mempengaruhi risiko seseorang untuk mengidap penyakit jantung. Tetapi kabar baiknya, penyakit ini sebagian besar dapat dicegah. Kita mungkin pernah mendengar nasihat bijak yang mengatakan, untuk menjaga jantung tetap sehat, maka harus mengkonsumsi makanan bergizi dan berolahraga secara teratur.
10 Minuman Terbaik untuk Kesehatan Jantung
Minuman Terbaik untuk Kesehatan Jantung
Namun bukan cuma perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk menekan risiko sakit jantung. Apa yang Anda minum juga bisa membuat perubahan kesehatan jantung. Berikut ini kami rangkum untuk Anda, beberapa jenis minuman yang dapat membantu untuk menjaga agar jantung tetap sehat.

1. Air Putih
Air putih adalah salah satu minuman segar dan menyehatkan bagi tubuh anda. Tahukah Anda, ketika sedang mengalami dehidrasi, darah akan menjadi lebih kental. Karena faktanya, dehidrasi berkontribusi pada beberapa faktor risiko penyakit jantung koroner, termasuk darah kental. Kondisi ini membuat hati Anda mengeluarkan lebih banyak energi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bahkan, dehidrasi kronis dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Banyak ahli merekomendasikan setidaknya dalam sehari seseorang harus minum 8 sampai 10 gelas air. Tetapi rekomendasi jumlah yang harus diminum tidak bisa berlaku pada setiap orang dan setiap kondisi. Namun yang pasti, jangan biarkan tubuh Anda mengalami dehidrasi. Anda juga dapat menambahkan jus atau air perasan lemon ke dalam air hangat untuk menambahkan cita rasa juga memperoleh manfaat degenerasi dan antioksidan.

2. Kopi
Tepung berwarna hitam yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi ini awalnya dikeringkan kemudian dihaluskan sehingga menjadi bubuk. Kopi memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi ketimbang kakao atau teh. Mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang tepat dapat menghambat peradangan dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Minum 2 cangkir kopi setiap hari dapat memangkas risiko terkena stroke. Namun, meminum antara 2 hingga 4 cangkir kopi per hari termasuk kategori moderat. Tetapi jika Anda mengalami insomnia, gelisah dan kelelahan, cukup minum satu gelas saja.

3. Teh hitam
Pada umumnya, teh hitam lebih berasa dan lebih banyak mengandung kafein daripada teh yang tak teroksidasi. Teh yang dihasilkan melalui proses fermentasi setelah daun dipanen lalu dikeringkan ini melalui pengolahan dari mengubah komposisi kimia dari daun, sehingga menghasilkan beberapa antioksidan kuat yang membantu mendukung kesehatan jantung. Teh hitam telah terbukti mengurangi risiko stroke, mengurangi LDL, memperbaiki fungsi pembuluh darah, dan meningkatkan aliran darah dalam arteri koroner. Semakin lama Anda mencelupkan teh, maka semakin besar pula manfaat fitokimia yang diperoleh. Karenanya, menyajikan teh dengan air panas akan jauh lebih baik dan menjaga kandungan antioksidan tetap terjaga. Minum beberapa cangkir teh hitam setiap hari dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

4. Teh hijau
Teh hijau adalah teh yang dibuat dari daun tanaman teh yang dipetik dan mengalami proses pemanasan untuk mencegah oksidasi. Seperti teh hitam, teh hijau mengandung banyak antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung. Perbedaan utamanya yaitu teh hijau tidak difermentasi. Berdasarkan sebuah studi tahun 2004 menunjukkan bahwa minum teh hijau dalam jumlah yang banyak dapat meminimalisir risiko penyakit arteri koroner. Ada banyak penelitian yang mengaitkan konsumsi teh hijau dengan kolesterol rendah, pencegahan pembekuan darah, dan stroke. Minum 1 sampai 3 cangkir teh hijau sehari dapat membuat jantung sehat.

5. Jus Delima
Saat ini, jus delima mendapat perhatian lebih dari para peneliti gizi di seluruh penjuru dunia, selain karena memiliki kandungan antioksidan yang tinggi melebihi teh hijau, jus buah ini juga dipercaya mampu mengurangi plak arteri sehingga darah yang mengalir ke jantung akan semakin membaik. Pernyataan ini berdasarkan sebuah penelitian dari Universitas of California. Selain itu, jus delima terbukti mampu mencegah oksidasi LDL karena adanya kandungan antioksidan yang berlimpah di dalamnya. Jika memungkinkan, hindari tambahan pemanis saat membuat jus delima.

6. Jus Anggur
Jenis tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae ini sudah dibudidayakan sejak tahun 4000 SM di Timur Tengah. Anggur, terutama anggur merah dan ungu banyak mengandung flavonoid dan resveratrol yang dapat meningkatkan kesehatan sel-sel yang melapisi pembuluh darah. Juga berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit lainnya.

7. Jus Lidah Buaya
Sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam ini tidak hanya digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit saja, melainkan juga baik untuk kesehatan jantung. Lidah buaya banyak mengandung beta-sitosterol yang dapat menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan sirkulasi darah juga memperkuat pembuluh vena dan arteri.

8. Jus Kulit Manggis
Kulit buah dari pohon hijau daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara ini memiliki manfaat untuk menjaga jantung tetap sehat. Khasiat kulit manggis untuk pengobatan jantung koroner yaitu dengan melebarkan pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah sehingga mengurangi penumpukan lemak yang menjadi penyebab jantung koroner. Pada saat buah belum matang, sifat kimia dari permukaan bawah kulit manggis terdiri dari berbagai polifenol, termasuk xanthones dan tanin yang menjamin astringent yang dapat menghambat perhatian serangga, jamur, virus tanaman, bakteri dan pemangsa hewan.

9. Jus Stroberi
Buah yang juga dikenal dengan nama arbei ini sangat kaya akan kalium, magnesium dan vitamin C yang dapat mengatur tekanan darah, bertindak sebagai antioksidan dan membantu dalam relaksasi otot arteri. Karena memiliki banyak manfaat, stroberi adalah sebuah varietas stroberi yang paling banyak dikenal di dunia. Buah ajaib ini merupakan sumber vitamin C dan flavonoid yang baik.

10. Jus Tomat
Tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru ini merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat banyak mengandung lycopene, phytonutrients (glycoside-esculeoside A), flavonoid (chalconaringenin), 9-oxo-octadecadienoic acid yang menghambat agregasi trombosit, menurunkan kadar kolesterol, dan trigliserida, juga bertindak sebagai antioksidan.

No comments:

Post a Comment