7.15.2014

Masjid Termegah di Pakistan (Masjid Badshahi)

Masjid Badshahi, 'Masjid Kaisar', atau Masjid Imperial, Dibangun oleh raja ke enam Kesultanan Mughal, Raja Aurangzeb tahun 1671 dan rampung dibangun pada tahun 1673 di Lahore, Pakistan. Badshahi yang dalam bahasa Persia berarti Masjid Sang Raja ini dibangun atas perintah Sultan Mughal, Akbar. Karena keindahan dan kemegahan Masjid Badshahi, sehingga menjadikannya sebagai daya tarik utama bagi wisatawan di Lahore, Pakistan. Masjid ini merupakan salah satu contoh semangat dan keagungan era Mughal. Masjid ini merupakan masjid terbesar kedua di Pakistan dan Asia Selatan serta masjid terbesar kelima di dunia. Terletak di Taman Iqbal di Lahore, Pakistan yang merupakan salah satu taman kota terbesar di Pakistan. 
Masjid Terbesar dan Termegah di Pakistan (Masjid Badshahi)
Masjid Badshahi (Own work)
Masjid Badshahi dapat menampung 55.000 jamaah di ruang doa utama dan selanjutnya 95.000 di halaman dan portico, itu tetap masjid terbesar di dunia 1673-1986 (periode 313 tahun), ketika disalip dalam ukuran penyelesaian Faisal masjid di Islamabad. Dengan kapasitas mencapai 150.000 orang, Badshahi merupakan masjid terbesar kedua di Pakistan dan Asia Selatan, dan juga masjid terbesar kelima di dunia setelah Masjid al-Haram (Grand Mosque) Mekkah, Al-Masjid al-Nabawi (Masjid Nabi) di Madinah, Hassan Masjid II di Casablanca dan Masjid Faisal di Islamabad. Selain ukurannya yang besar, empat menara dari Masjid Badshahi tingginya mencapai 4,2 meter. Bangunan dan menara masjid ini lebih tinggi dibandingkan dengan Taj Mahal dan platform utama dari Taj Mahal. Pada tahun 1993, Pemerintah Pakistan merekomendasikan untuk dimasukkannya Masjid Badshahi sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO di Daftar Warisan Dunia, di mana ia telah dimasukkan dalam Daftar Tentatif Pakistan untuk kemungkinan nominasi ke Daftar Warisan Dunia oleh UNESCO. 
Courtyard of Badshahi Mosque
By Kaleem Sajid [CC-BY-2.0], via Wikimedia Commons
Konon, Sultan Akbar sendiri memang dikenal sebagai seorang raja yang sangat mencintai seni pada masa itu. Pembangunan masjid ini kemudian berada di bawah pengawasan Sultan Mughal, Aurangzeb, yang dimulai pada 1671 dan selesai pada 1673. Jika dilihat sepintas, arsitektur dan desain dari masjid ini hampir mirip dengan Masjid Jama di New Delhi, India, yang dibangun pada 1648. Masjid tersebut memang dibangun oleh ayah dan pendahulu Sultan Aurangzeb, yakni Sultan Shah Jahan. Karenanya, desain masjid ini pun mendapat pengaruh Islam, Persia, Asia Tengah dan India.

No comments:

Post a Comment