12.09.2014

10 Kacang Terbaik untuk Kesehatan Tubuh

Kacang-kacangan umumnya didapatkan dari tanaman famili Fabaceae. Kacang-kacangan mengandung sejumlah besar serat pangan. Secangkir kacang yang telah dimasak mengandung 9 sampai 13 gram serat. Serat pangan yang terlarut dapat membantu untuk menurunkan kadar kolesterol darah. Kacang-kacangan juga mengandung protein, karbohidrat kompleks, folat, dan besi. Seperti yang telah disebutkan, kacang mengandung protein dan/atau lemak yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kacang merupakan sumber energi yang baik bagi tubuh. Selain mengandung protein yang tinggi, kacang juga kaya akan vitamin, mineral, dan lemak sehat.
10 Kacang Terbaik untuk Kesehatan Tubuh
Kacang Mete
Mengkonsumsi kacang adalah cara yang ideal untuk mendapatkan mikronutrien dalam makanan. Para pakar kesehatan mengatakan bahwa ada banyak jenis kacang-kacangan yang bisa dipilih sebagai camilan sehat untuk dikonsumsi setiap hari. Bahkan, laporan terbaru dalam American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan bahwa mereka yang mengkonsumsi kacang setiap hari memperoleh dampak positif terhadap penurunan berat badan serta perubahan ukuran lingkar pinggang. Berikut ini ada 10 jenis kacang bergizi tinggi yang sangat baik bagi kesehatan tubuh.

1. Kacang mete
Kacang mete kaya akan protein dan serat, namun rendah karbohidrat sehingga sangat baik bagi kesehatan jantung. Kacang mete memiliki lebih dari dua kali lipat zat besi untuk 1 ons daging sapi. Camilan yang berasal dari biji jambu mede ini juga menyediakan 38 persen tembaga untuk kebutuhan harian tubuh anda. Jika kekurangan tembaga, maka anda berisiko mengalami anemia, osteoporosis, dan arthritis. Sementara risiko lain akibat kekurangan tembaga yaitu meningkatnya kadar LDL, dan tubuh anda jadi lebih mudah terkena infeksi juga penyakit jantung koroner. Kacang mete adalah makanan yang mengandung lemak dan kalori tinggi. Namun jika dikonsumsi dalam jumlah moderat, kacang mete dapat menjadi camilan yang menyehatkan. Kacang mete juga merupakan sumber zat seng, dimana zat ini berperan penting dalam meningkatkan sistem imun tubuh. Selain itu, seng juga dapat membantu penyembuhan luka. Kacang mete memiliki lebih sedikit lemak per porsi dari hampir semua kacang yang lain.

2. Kacang almond
Kacang yang dapat dikonsumsi dalam bentuk mentah atau dicampur di dalam cokelat maupun permen ini tidak hanya lezat, namun juga menyehatkan karena kadar proteinnya yang tinggi. Seporsi kacang almond juga kaya akan riboflavin, niasin, vitamin E, dan kalsium. Kacang almond dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Almond kaya akan zat lemak tak jenuh yang dapat membantu mengurangi kadar LDL. Beragam penelitian mengungkapkan bahwa almond merupakan makanan prebiotik yang sangat bermanfaat bagi sistem pencernaan. Kandungan vitamin E yang tinggi yang ada di dalam kacang almond akan mencegah kulit dari penuaan dan keriput. Tak hanya menyehatkan kulit, namun kandungan vitamin E di dalamnya juga dapat memperkuat kepadatan tulang. Kandungan vitamin dan mineral yang ada di dalamnya dapat meningkatkan sirkulasi darah. Peningkatan sirkulasi darah ini juga dapat meredakan stres. Selain itu, kacang yang memiliki nama ilmiah Prunus dulcis ini juga dapat menjaga kadar gula darah agar tetap normal. Anda pun akan terhindar dari risiko diabetes.

3. Walnut
Walnut atau kacang kenari ini merupakan salah satu camilan sehat dan lezat juga populer di dunia. Kacang walut merupakan kacang yang mengandung asam lemak omega 3 sehingga sangat baik untuk otak. Kacang Walnut kaya antioksidan yang berkhasiat untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Jenis antioksidannya jauh lebih tinggi dibanding kacang lain. Antioksidan dan omega-3 pada walnut dapat meningkatkan jumlah kolesterol baik dalam tubuh. Mengkonsumsi segenggam walnut dapat membuat Anda terhindar dari stroke, penyakit jantung, atau penyakit jantung koroner. Senyawa polifenol yang terdapat pada walnut diketahui 15 kali lebih ampuh dibanding antioksidan yang ditemukan dalam vitamin E. Beragam penelitian mengungkapkan bahwa walnut berperanan penting dalam mengontrol pra-diabetes, diabetes, dan sindrom metabolik. Kacang ini juga merupakan sumber magnesium dan fosfor. Kandungan Kacang walnut juga mengandung karbohidrat lebih rendah sehingga cocok untuk pengganti camilan. Selain itu, walnut juga dapat mengatasi peradangan seperti asma, psioriasis, arthtritis, atau eczema.

4. Kacang kedelai
Tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe ini merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain, misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin. Kandungan protein pada kacang kedelai yakni sebanyak 11 gram per porsi. Kacang ini juga memiliki kandungan lemak yang rendah setiap porsinya, dan menyediakan sumber vitamin K yang tinggi, dimana vitamin ini berperan penting terhadap penyerapan kalsium. Antioksidan pada kacang kedelai berperan penting melindungi tubuh dari pengaruh buruk radikal bebas. Kacang kedelai dapat mereduksi kadar kolesterol di dalam darah. Khasiat kacang kedelai selanjutnya mengobati penyakit ginjal, membangun kecerdasan dan daya ingat. Mengatasi batu empedu, mencegah kanker, menghaluskan kulit, mengurangi potensi penuaan dan menyehatkan rambut. Sementara kandungan insitol pada kacang kedelai dapat menanggulangi penyakit diabetes.

5. Kacang tanah
Kacang yang memiliki nama ilmiah Arachis hypogaea ini juga merupakan tanaman polong-polongan. Kacang tanah sangat kaya protein dan lemak. Kacang tanah kaya akan zat besi, vitamin E dan kalsium, vitamin B kompleks dan Fosforus, vitamin A dan K, lesitin, kolin dan kalsium. Kandungan vitamin pada kacang tahan berperan penting untuk membantu membentuk materi genetik di semua sel dan memungkinkan pembentukan sel darah merah. Kacang tanah juga mengandung jumlah folat yang tinggi. Kandungan asam folat pada kacang tanah bermanfaat untuk mencegah cacat saraf pada bayi sebelum lahir. Kacang tanah juga dapat membantu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil dan berpotensi mencegah diabetes tipe 2. Kacang tanah juga mengandung Omega 3 yang merupakan lemak tak jenuh ganda dan Omega 9 yang merupakan lemak tak jenuh tunggal. Selain itu, konsumsi kacang tanah setiap minggu dapat meningkatkan kemampuan pompa jantung, meminimalisir penyakit jantung koroner dan mengurangi risiko kanker.

6. Kacang Brazil
Kacang yang dikatakan mirip kacang macadamia ini juga dapat digunakan sebagai pengganti kacang macadamia dalam masakan. Beberapa mineral yang terkandung pada Kacang Brazil seperti kalsium, mangan, fosfor, tembaga, kalium, zat besi dan seng. Selain itu juga mengandung sejumlah asam lemak omega 6. Seporsi kacang Brazil mengandung selenium yang tinggi. Selenium merupakan mineral yang berperan penting terhadap tiroid dan menjaga fungsi sistem imun tubuh. Kacang ini memiliki jumlah magnesium yang paling tinggi dibandingkan dengan kacang camilan lainnya. Meski selenium bukan antioksidan, tetapi senyawa ini bekerja sama dengan vitamin E dan merupakan bagian dari enzim antioksidan yakni glutation dan glutation peroksidase. Magnesium sangat bermanfaat untuk menjaga pertumbuhan dan kepadatan tulang. Sementara senyawa metionin yang terdapat pada Kacang Brazil berperan penting untuk mengatasi penyakit kronis, sirosis hati, jantung koroner, dan penuaan.

7. Kacang macadamia
Kacang yang memiliki warna putih agak krem, sangat gurih, dan bertekstur renyah ini adalah kacang paling enak sedunia. Macadamia merupakan kacang yang tinggi kalori dan lemak. Namun para ilmuwan mengatakan bahwa lemak yang dikandungnya adalah lemak sehat. Kacang macadamia kaya akan senyawa potassium, fosfor, magnesium, kalsium, juga banyak mengandung protein, karbohidrat, dan serat. Kacang macadamia juga memiliki polyphenol, yaitu antioxidant phytochemical, dan phytosterol, yaitu lemak sterol tanaman. Selain itu, kacang tropis ini juga mengandung asam lemak omega-7 tak jenuh tunggal yang dapat menurunkan LDL dan mengurangi risiko penyakit jantung. Omega-7 juga dapat membantu untuk menjaga kesehatan kulit. Seporsi kacang macadamia menyediakan 100 persen kebutuhan harian anda akan thiamin. Thiamin dibutuhkan tubuh untuk mengubah karbohidrat menjadi energi dan berperan dalam mengatur sistem saraf. Kacang macadamia juga sangat berkhasiat untuk diet.

8. Kacang pinus
Biji dari buah pohon pinus yang dapat dimakan ini memiliki kadar protein tertinggi. Kacang pinus juga merupakan sumber serat pangan yang signifikan. Kacang ini berkhasiat untuk menyehatkan jantung karena padat nutrisi dengan lemak sehat, serat makanan, sterol, arginin, dan vitamin dan antioksidan. Kacang lezat ini mengandung dua kandungan penting yakni vitamin A, lutein dan beta-karoten yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata juga mengurangi resiko degenerasi makula dan katarak. Seporsi kacang pinus mengandung 2,5 mg mangan. Orang yang kekurangan mangan berisiko mengalami tulang keropos, infertilitas dan kejang. Selain itu, kacang pinus mengandung banyak tembaga dan vitamin E yang berperan untuk melindungi tubuh dari efek radikal bebas juga menjaga kelembaban kulit. Kacang pinus juga mengandung asam pinoleic, asam lemak yang membantu untuk proses penyerapan makanan.

9. Kacang pecan
Seperti kacang lain, kacang pecan banyak diolah menjadi campuran kue, es krim, puding, pie, isi kalkun panggang juga dibuat mentega pecan. Dari segi nutrisi, kacang yang gurih ini ternyata mengandung 87 persen asam lemak tak jenuh yang sangat baik bagi kesehatan jantung. Kacang ini juga mengandung omega-9 dan omega-6. Kacang yang kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal seperti asam oleat dan antioksidan fenolik ini sangat berkhasiat untuk mengatasi stroke. Sebagai sumber protein dan lemak tak jenuh, pecan juga dikenal karena kandungan vitamin E dan bersifat antikanker. Mengkonsumsi seporsi pecan setiap hari dapat membantu melindungi anda terhadap degenerasi neuron motorik dan penyakit Lou Gehrig. Selain itu, rutin mengkonsumsi kacang pecan dapat menurunkan kadar kolesterol. Kacang renyah dan gurih ini juga bermanfaat untuk diet. Pastikan Anda mengkonsumsi kacang ini sebagai menu diet.

10. Kacang pistacio
Seperti halnya almond, pistacio kaya akan protein dan potasium. Selain dimakan sebagai cemilan, kacang yang juga sering digunakan sebagai isi pie, biskuit, es krim atau kue-kue ini mengandung kalori yang rendah. vitamin E dan polifenol merupakan antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah kanker dan infeksi. Pistacio merupakan salah satu sumber antioksidan terbesar dari semua jenis kacang yang dapat membantu untuk mengurangi kolesterol dan menurunkan tekanan darah. Kacang ini mengandung lemak sehat sehingga tidak akan meningkatkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung. Seporsi kacang pistacio menyediakan 12 persen kebutuhan serat harian anda. Hampir 90 persen kandungan lemaknya adalah lemak tak jenuh (lemak sehat). Kacang ini juga kaya akan vitamin B6 dan thiamin yang bermanfaat untuk membantu menjaga fungsi otak, meningkatkan memori dan konsentrasi.

No comments:

Post a Comment